Ciri Khas Rumah Klasik Adat Boyang

Ciri Khas Rumah Klasik Adat Boyang

Ciri Khas Rumah Klasik Adat Boyang – Manfaat Rumah Boyang Di waktu lampau, rumah adat Boyang sering dipakai menjadi rumah oleh penduduk suku Mandar. Agar bisa mendukung manfaat dan fungsinya itu, jadi rumah adat Propinsi Sulawesi Barat ini dibagi jadi bagian-bagian ruang yang dimaksud dengan lotang. Lotang penting sejumlah 3 (tiga), yaitu Tangnga boyang, Samboyang, serta Bui Boyang, sesaat pada lotang penambahan sejumlah 4 (empat), yaitu Tapang, Lego-lego, Paceko, serta Naong Boyang.

Samboyang adalah ruang yang ada dibagian paling depan. Ukurannya juga cukuplah lebar serta sering dipakai menjadi ruangan tamu. Jika tengah ada acara adat istiadat, jadi ruang ini pula sering jadi ruangan penting dalam bergabung buat beberapa pria.
Tangnga Boyang adalah ruang yang ada di dalam rumah setelah ruangan Samboyang. Ukurannya juga lebih luas serta dipakai menjadi tempat bergabung dan beraktivitas saat pada malam hari dengan keluarga.

Rumah Klasik Adat Boyang

rumah klasik

Bui Boyang adalah ruang yang ada dibagian sangat belakang. Ada banyak kamar (songi) khusus untuk yang dipakai untuk tidur buat yang tinggal di rumah. Ada kamar buat anak bujang, anak gadis, kakek, nenek, dan kamar buat kepala rumah tangga. Semasing kamar itu memiliki ukuran yang beragam.

Tapang adalah ruang yang ada dibagian loteng rumah serta biasanya digunakan menjadi tempat menaruh barang atau gudang. Di waktu lampau, tapang ikut seringkali dipakai menjadi kamar para calon pengantin. Letaknya yang tersembunyi melambangkan bila calon pengantin diwajibkan betul-betul menjaga kesuciannya.

Paceko adalah ruang yang ada menyilang dengan bangunan induknya serta memiliki lebar yang sama. Paceko sendiri dalam bahasa Indonesia ini berarti dapur. Oleh karenanya, ruang ini pula digunakan untuk tempat memasak dan menaruh beberapa jenis persediaan makanan. Dalam Paceko ada juga ruang yang bernama pattetemeangang atau kamar mandi.

Lego-lego adalah ruang yang ada dibagian depan rumah serta beratap akan tetapi tidak berdinding. Fungsinya dari ruang ini ialah menjadi teras rumah serta digunakan menjadi tempat bersantai saat pada pagi hari atau sore hari.

Naong Boyang atau yang dimaksud dengan kolong rumah ini adalah ruang yang ada pada bagian bawah lantai rumah serta beralaskan tanah. Umumnya ruang ini dipakai menjadi kandang ternak sekaligus juga sebagai tempat melakukan aktivitas buat para wanita untuk mengisi waktu senggang, seperti untuk tempat manette atau menenun kain sarung buat kaum hawa.

Ciri Ciri khas serta Nilai Filosofis Rumah Boyang
Rumah Boyang

Ada banyak kekhasan yang ada di rancangan arsitektur rumah klasik adat Propinsi Sulawesi ini. Keunikan-keunikan itu tentu saja dapat jadi keunikan sendiri yang memperbedakan pada rumah adat suku Mandar ini dengan rumah adat yang lain yang berada di Indonesia. Keunikan serta kekhasan itu salah satunya ialah seperti berikut : Berbentuk rumah panggung serta memiliki tiang balok memiliki ukuran besar. Rumah adat ini pula diperlengkapi dengan 2 buah tangga, yakni dibagian depan serta sisi belakang rumah dan yang paling utama bangunan ini menggunakan konsep rumah klasik.

Memiliki atap berupa pelana serta memanjang dari sisi depan ke sisi belakang menutupi rumah.

Dibuat menghadap mengarah timur atau mengarah matahari terbit menjadi lambang akan keselarasan kehidupan.

Rumah adat ini dihiasi oleh beberapa ornament, baik itu di bagian atap, dinding, tangga, plafon, sampai ke beberapa bagian yang lain. Ornament itu tidak hanya berperan menjadi hiasan ikut memiliki nilai filosofis sebagai jati diri dari sosial kemasyarakatan buat suku Mandar.  site3k.net