Kemungkinan Besar Aturan Pajak E-Commerce Bakal Molor Dari Waktu yang Dijanjikan

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak juga akan menerbitkan ketentuan tentang pajak perusahaan perdagangan on-line (e-commerce) yang semakin banyak diminati dan semakin nyaman karna adanya cek resi jne untuk membantu konsumen mengetahui keberadaan barang pesanannya. Tetapi, ketentuan itu peluang akan molor dari saat yang dijanjikan.

Direktur Potensi, Kepatuhan, serta Penerimaan Pajak Yon Arsal menerangkan, Ditjen Pajak dalam hal semacam ini masih tetap menanti ketentuan itu diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dia juga memohon orang-orang untuk kembali menanti sampai minggu depan.

Kemungkinan Besar Aturan Pajak E-Commerce Bakal Molor Dari Waktu yang Dijanjikan

” Tunggulah saja minggu depan. Ini kan PMK, pasti mesti dibicarakan dengan Bu Menkeu, ” tutur Yon di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Senin (9/10).

Sesaat menurut Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi, tidak ada objek pajak baru dalam ketentuan anyar itu. Pasalnya ketentuan berbentuk PMK ini cuma juga akan mengatur tata langkah pemungutan pajak di bidang e-commerce.

” Tak ada objek pajak baru, hanya tata langkah pemungutannya saja yang baru, ” kata Ken.

Ia menyebutkan, langkah pemungutan itu dapat ditarik dari perusahaan jasa kurir yang kirim barang. Dalam hal semacam ini, Ken menyebutkan kalau pihaknya telah bicara dengan aktor usaha berkaitan.

” Bila beli barang COD kan yang mengantar (mereka). Bisa dong. Jasa kurir kan tentu miliki basis juga tapi saya tidak ingin katakan, jasa kurir yang gunakan basis apa, ” tutur dia.

Website e-Commerce tour serta travel KKday barusan terima rangkaian pendanaan yang di pimpin oleh Monk’s Hill Venture serta AppWorks dengan nilai keseluruhan sebesar US$ 7 juta atau sekitaran Rp 93 miliar. KKday sendiri adalah e-Commerce basis asal Taiwan yang baru saja ini mengepakkan sayapnya di Indonesia.

“Kami lihat perkembangan yang bagus di Indonesia, bahkan juga sebelumnya kami mengambil keputusan untuk ekspansi ke negara ini. Kami juga sudah pelajari kalau potensi Indonesia jadi pasar paling besar Asia Tenggara sangatlah besar, ” kata co-founder sekalian CEO KKday, Ming Chen, lewat keterangannya, Senin (24/7/2017), di Jakarta.

KKday akhir-akhir ini baru membangun beberapa kantor di Asia. Selama ini mereka mempunyai 5 juta pemakai aktif per bulannya dari semua penjuru dunia, dengan 70 prosentasenya adalah pemakai wanita. Sampai saat ini, KKday tawarkan 6. 000 product wisata serta tour unik dari vendor internasional.

“Anda bisa pesan dengan gampang setiap saat lewat KKday dengan harga yang kompetitif karna kami di dukung supplier paling baik dari semua belahan dunia. Kami juga senantiasa memperbarui harga-harga untuk memberi penawaran paling baik pada semua pasar yang kami buat, ” lebih Ming.

Di Indonesia, KKday dikelola oleh marketing manager lokal perusahaan yang terlebih dulu bekerja di Airbnb. KKday mengerti kalau mereka tidak bisa memenangkan pasar Indonesia tanpa ada usaha lokalisasi yang kuat.

“Guna mengatasi hal itu, kami merekrut orang lokal untuk menolong kami mengerjakan pasar dan menggerakkan gagasan lokalisasi. Kami juga merencanakan memakai system pembayaran lokal untuk memudahkan sistem pemesanan di Indonesia, ” tambah Ming menerangkan.

Pada 2017, KKday juga akan konsentrasi pada persiapan branding serta pemasaran di Indonesia. Mereka juga akan membangun kantor-kantor serta merekrut semakin banyak anggota tim untuk menolong mengerjakan pasar serta lakukan lokalisasi basis dengan lebih mendalam.