Bagaiman Syarat Sah Aqiqah Untuk Anak Perempuan

Persyaratan aqiqah untuk anak perempuan sebenarnya sudah jelas dalam sunnah Rasulullah SAW. Seperti menurut hadis riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad yang mnejelaskan bahwa anak perempuan diakikahi dengan 1 ekor kambing dan anak laki-laki diakikahi 2 ekor kambing. Berdasarkan hadist tersebut, akikah pada anak perempuan akan sah jika menyembelih satu ekor kambing. Sementara pada anak laki-laki, akikah yang dianjurkan dengan menyembelih 2 ekor kambing.

Bagaimana Syarat Sah Aqiqah Untuk Anak Perempuan

Penyembelihan kambing untuk anak yang baru dilahirkan dianjurkan pada hari ke-7, ke-14 atau ke-21 setelah kelahirannya.

Apakah adaketentuan jenis kelamin Hewan yang diaqiqahkan?

Untuk persoalan aqiqah bisa diserahkan kepada penyedia paket aqiqah murah depok tentang hewan yang bisa dipergunakan untuk sembelihan hanya domba atau kambing, tanpa memandang jenis kelamin. Hal ini sudah dijelaskan menurut hadist Rasulullah SAW yang disahihkan oleh HR. Ahmad dan Tirmidzi dengan penjelasan penyembelihan hewan akikah untuk laki-laki sebanyak 2 ekor kambing dan anak perempuan 1 ekor kambing, dan tidak ditentukan apakah itu kambing jantan ataupun betina. Adapun syarat sah mengakikahkan bayi perempuan, disunnatkan untuk mencukur rambut dan memberi nama bayi tersebut di hari ketujuh setelah kelahirannya. Akikah hukumnya adalah sunnah dan dibebankan pada orang tua yang menafkahi sang anak, namun diperbolehkan dilakukan keluarga lainnya, seperti kakek, paman dan sebagainya.

Bagaimana Penyaluran Daging Kambing Aqiqah?

Untuk daging hewan yang telah disembelih maka orang tua sang anak dapat memakannya, menyedekahkan sebagian, dan menghadiahkan sebagian dari daging sembelih tersebut. Menurut Syaikh Utsaimin menjelaskan diperbolehkan jika orang tua sang anak menyedekahkan dagingnya lalu mengumpulkan tetangga dan kerabat untuk menyantap daging hasil akikah. Sedangkan menurut Syaikh Jibrin menjelaskan jika sunnahnya orang tua sang anak memakan 1/3-nya, lalu menyedekahkan 1/3-nya lagi pada kaum muslimin, serta diperbolehkan untuk mengundang kerabat dan teman-teman untuk menyantap dagingnya. Selain itu, bisa juga disedekahkan semuanya. Berbeda lagi menurut pendapat Syaikh Ibnu Bazz yang menjelaskan bahwa orang tua bebas memilih apakah hendak menyedekahkan sebagiannya atau seluruhnya dan memasaknya lalu mengundang kerabat untuk memakan daging sembelihan aqiqah tersebut.