Mari Cari Tahu Pentingnya Air Bersih dan Cara Pengolahannya

air bersih dan cara pengolahannya

Air bersih dan cara pengolahannya – Air memegang peranan penting dalam kehidupan kita, kita semua bergantung pada air, untuk itu air harus dijaga dan dikelola dengan baik. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita membutuhkan air untuk minum, memasak, mencuci, dll. Air harus memenuhi standar 3b yaitu tidak berwarna, tidak berbau dan tidak beracun.

Air yang kita gunakan sehari-hari seperti untuk minum, memasak, mandi dan lain-lain harus bersih agar terhindar dari penyakit akibat kualitas air yang buruk.

Salah satu cara pola hidup bersih dan sehat atau PHBS adalah dengan menggunakan air bersih setiap hari. Karena kualitas air dapat mempengaruhi kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

Air minum merupakan kebutuhan utama yang dibutuhkan tubuh untuk proses kehidupan, sehingga kita bisa mati jika tidak mengkonsumsi air minum. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan lama. Bagi manusia khususnya, air diperlukan untuk menopang kehidupan.

Baca Juga: Apa Saja Khasiat Buah Pinang Untuk Lelaki

Air Bersih dan Cara Pengolahannya

Secara garis besar proses pengolahan air bersih sehingga dapat digunakan dibagi menjadi tiga proses, yaitu:

1. Bagian awal shelter (perangkat penerima)

Proses penjernihan air bersih di unit ini disebut juga Sadap Air. Instalasi ini dirancang untuk mengumpulkan air dari sumber aslinya. Shelter ini dilengkapi dengan mesh rod filter. Filter ini berfungsi sebagai pre-filter untuk objek bawah air seperti rantingĀ  pohon, dedaunan, dan objek lainnya.

2. Instalasi pengolahan air (water treatment plant)

Proses penjernihan air murni di blok ini, air di primary storage akan diproses kembali dalam beberapa tahap:

a. Proses koagulasi

Pada proses penjernihan air murni pada tahap ini, air dari tangki asal (reservoir) diolah dengan menambahkan tawas (aluminium) atau zat yang mirip dengan garam besi (iron salt), atau dengan menggunakan sistem pengadukan cepat.

Air kotor yang berasal dari reservoir di permukaan bumi mengandung partikel koloid yang tidak terpengaruh oleh gravitasi bumi. Untuk membiarkan partikel mengendap dengan sendirinya. Tujuan dari proses ini adalah untuk memecah partikel-partikel koloid sehingga membentuk partikel-partikel kecil tetapi sulit yang masih sulit untuk mengendap.

b. Proses flokulasi

Pada tahap ini, kekeruhan air dihilangkan dengan aglomerasi partikel kecil menjadi partikel yang lebih besar (Floc Particles). Pose ini bertujuan untuk mendapatkan partikel yang besar sehingga mengendap dengan sendirinya akibat gravitasi. Proses flokulasi atau proses flokulasi juga dilakukan dengan pengadukan lambat.

c. Proses Sedimentasi

Pada tahap ini, partikel yang telah terbentuk secara alami diendapkan ke dasar tangki. Massa jenis partikel (serpihan) lebih besar dari massa jenis air itu sendiri. Kemudian air akan masuk ke tahap filtrasi pada tahap filtrasi di unit filtrasi.

d. Proses filtrasi

Setelah melewati proses sedimentasi, air akan disaring dengan bahan filter yang terdiri dari pasir silika dan pasir halus. Pada tahap ini, bahan larut dan tidak larut akan hilang dan disaring melalui media filter. Diperlukan proses tambahan sebelum air diumpankan ke tangki akhir, yaitu:

Proses pertukaran ion
Proses ini dirancang untuk menghilangkan kontaminan anorganik (kontaminan) yang tidak dapat dihilangkan selama filtrasi dan sedimentasi. Zat dihapus dalam proses ini termasuk arsenik, kromium, kelebihan fluorida, nitrat, radium dan uranium.

Proses penyerapan
Pada tahap ini, polutan air organik berupa karbon aktif ditambahkan ke dalam air. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan polutan organik penyebab rasa, bau dan warna.

Proses desinfeksi
Air yang telah melewati semua proses di atas akan didesinfeksi sebelum dikirim ke tangki terakhir. Proses ini membutuhkan penambahan bahan kimia klorin (klorin), yang membunuh bakteri atau mikroorganisme berbahaya di dalam air.

3. Tempat penampungan utama (reservoir)

Setelah air melalui proses di atas, air siap digunakan di tempat umum. Air ditampung di reservoir terakhir sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Selain itu, alat tersebut juga dapat digunakan sebagai alat pemanen air hujan (PAH). Untuk provinsi kalimantan tengah provinsi kalimantan selatan merupakan kawasan gambut dengan curah hujan yang banyak, alat ini dapat digunakan sebagai alat penjernihan air gambut.

Ternyata keberhasilan alat ini bukan terletak pada teknologinya, melainkan kesiapan penggunaannya, karena alat teknis tersebut bisa digunakan untuk mengolah air gambut atau air sungai yang keruh.

Selanjutnya artikel menarik lainnya Manfaat Tawas Dalam Proses Pengolahan Air Hingga Siap Pakai