Tips memilih APD yang sesuai dengan standar medis

Jual Baju APD

Beberapa bulan belakangan ini sedang merebak virus yang sangat berbahaya. Meskipun penularannya tidak melalui udara, virus ini mudah sekali menular dengan adanya kontak antar seseorang. Oleh karena itu, tenaga medis diwajibkan menggunakan alat perlindungan diri pada saat bertugas. APD digunakan untuk menjaga/ memproteksi tenaga medis yang menangani pasien corona agar terhindar dari paparan virus ini. Ada beberapa jenis/ model APD yang sekarang ini diperjual belikan dipasaran. Baik itu oleh perusahaan besar maupun dibuat oleh home industri seperti konveksi dan penjahit rumahan.

Baju APD Medis

Ada baiknya memilih APD yang sesuai dengan standar medis jika anda ingin membantu membeli APD untuk para tenaga medis. Yang pertama, pastikan APD terlaminasi jika anda membeli APD dengan bahan spundbond. Guna laminasi adalah untuk menghindari rembesan/ percikan droplet dari pasien corona. Sehingga para tenaga medis akan aman saat menangani pasien corona.

Yang kedua, pastikan jahitan tapih dan bagus. Jahitan sangat mempengaruhi kualitas APD. Jika tidak rapih memungkinakan cairan dropplet masuk dan menempel pada pakaian ataupun di kulit. Jika tu terjadi maka beresiko akan terinfeksi jika tidak langsung dibersihkan.

Yang ketiga, Pastikan bagian resleting tertutup dengan kain di depannya. Tutup ini menghindari rembesan cariran dan menghindari cairan tersebut menempel pada sela-sela resleting. Bagian ini juga bisa memberikan perlindungan yang cukup jika tertutup dengan baik.

Pastikan ketiga hal diatas selalu di ingat saat anda membeli APD. Banyak konveksi APD yang membuat beberapa model APD. Ataupun home industri yang jual baju APD. Maka hal-hal kecil terebut perlu sangat diperhatikan ketika membeli baju APD untuk medis.  Biasanya baju APD juga disertai dengan beberaa item lainnya yang menjadi syarat saat penanganan pasien corona.

Salah satu yang menjadi item wajib adalah kacama googgles, sarung tangan, sepatu dan face shield. Kelengkapan itu sangat wajib digunakan saat menangani pasien corona bagi para dokter, perawat atau tenaga lainnya diluar medis yang kontak langsung dengan pasien corona.