Program Sakura Science

Program Sakura Science

Tanggal 16 Juni 2018 tepatnya pukul 13.00 WIB, Kami melakukan cek out dari hotel Twin Plaza, Slipi dan berangkat menggunakan bus menuju bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Sesampainya dibandara kami menuju cek in counter untuk melakukan cek in dan pencetakan boarding pass, baru setelah itu kami berjalan menuju ruang tunggu dan menunggu boarding time pukul 17.30 WIB menggunakan Malaysa Airlines (MH) dengan nomor penerbangan MH 88, transit di bandara Kuala lumpur dengan tujuan bandara Internasional Narita, waktu perjalanan selama 6 jam. Tepat pukul 07.40 waktu setempat kami tiba di Narita. Perbedaan waktu antara Indonesia dengan Jepang selisih waktu 2 jam.

Hari Pertama
Siswa Delegasi Indonesia tiba di Bandara Narita Jepang sekitar jam 07.40. Setelah proses di Imigrasi dan pengambilan bagasi selesai, delegasi Indonesia dijemput oleh Koordinator pihak JST Jepang untuk Indonesia yaitu Ms. Mikiko Hirosawa dan Ms. Kazuko Seguchi. Sebelum kunjungan ke Kantor Japan Science and Technology (JST) untuk pembukaan kegiatan, kami diajak berkunjung terlebih dahulu ke daerah Aqua City Odaiba melihat atraksi Robot Gundam dan makan siang. Setelah kegiatan di Aqua City Odaiba selesai, kami langsung berangkat menuju kantor MIRAIKAN untuk mengikuti pengarahan awal orientasi program Sakura Exchange Program in Science (SSP).

Orientasi program dilakukan untuk 2 negara yaitu Indonesia dan Korea. Pengarahan disampaikan oleh Professor Mao Minoura selaku Professor Department of Chemistry. Disamping pengarahan, para delegasi kedua negara juga diberikan beberapa Perlengkapan yang digunakan selama kegiatan di Jepang seperti pengisian form asuransi, pemberian model portable untuk internet, pembagian rundown kegiatan dan pengenalan koordinator JST untuk masing-masing negara. Kemudian, setelah orientasi di Miraikan selesai, peserta dari kedua negara segera menuju hotel MYSTAYS Premier Omori sebagai lokasi penginapan selama kegiatan SSP berlangsung.

Hari Kedua
Kami berkunjung ke Rikkyo University untuk melakukan keliling melihat fasilitas yang ada di kampus seperti ruang belajar, tempat ibadah, kantin, perpustakaan dan laboratorium kimia yang dipakai oleh mahasiswa sehari-hari dalam pembelajaran kuliahnya. Perpustakaan di Rikyyo University merupakan salah satu perpustakaan terbesar di Tokyo yang memiliki koleksi buku kurang lebih sebanyak 5000 buku. Para siswa dari Indonesia dan Korea Selatan juga diberikan kesempatan untuk melakukan dan mengikuti kelas ekperimen kimia di salah satu laboratorium universitas, eksperimen mendapatkan arahan dan dibimbing langsung oleh oleh Prof.

Hideki Shirakawa pemenang Nobel di bidang kimia untuk tahun 2000 yang dibantu oleh para asisten laboratorium. Eksperimen yang dilakukan berkaitan dengan eksperimen EL(ElectroLuminacent) yaitu eksperimen tentang bagaimana sebuah polymer dapat menjadi konduktor listrik apabila memenuhi syarat tertentu. Polymer yang peserta bereksperimen adalah PEDOT. PEDOT adalah polymer EDOT yang sudah di polymerisasi mengunakan Ethanol dan litihum Oxide Kami akan berkunjung ke JAMSTEC (Japan Agency for Marine-Earth Science and Tecnology). Keberangkatan dari hotel sekitar jam 8.00, tiba di JAMSTEC sekitar Jam 10:30.

Kantor pusat Yokosuka adalah basis JAMSTEC, dan memiliki dermaga untuk kapal riset JAMSTEC yang didirikan pada tahun 1972. Kantor pusat Yokosuka berfokus pada penelitian observasional pada perubahan global, dinamika interior bumi, ekosistem laut dan extremobiosphiles di samping pengembangan teknologi kelautan. Perwakilan JAMSTEC mengajak keliling peserta Indonesia melihat beberapa peralatan kapal selam robotic yang dibuat oleh JAMSTEC seperti Shinkai 6500 (kapal selam dengan kedalam 6500 meter, dikendalikan secara online). Kapal selam tersebut juga dilengkapi dengan genset bensin mini sebagai sumber tenaga agar kapal dapat berlayar dalam jarak jauh.

Di Jepang terdapat beberapa merk ternama mesin genset kecil, namun kapal selam tersebut menggunakan merk Honda karena merk tersebut yang kualitasnya bagus. Jika di Indonesia, harga genset pontianak bahan bakar bensin hanya 3 jutaan saja.

Terakhir kami keliling di Museum Marine, dimana didalamnya terdapat beberapa penemuan biota laut yang akan digunakan untuk eksperimen. Setelah kunjungan ke JAMSTEC selesai, selanjutnya peserta diajak untuk berkunjung dan melihat Great Buddha yaitu berupa patung Budhha yang sangat besar yang terdapat di Kuil Kotoku-in serta kunjungan ke Tsuruoka Hachimangu Shrine yaitu sebuah kuil Kamakura yang paling penting di Jepang. kuil ini didirikan oleh Minamoto Yoriyoshi pada 1063, diperbesar dan dipindahkan ke lokasi saat ini pada tahun 1180 oleh Minamoto Yoritomo, pendiri dan shogun pertama dari pemerintah Kamakura. Kuil ini didedikasikan untuk Hachiman, dewa pelindung keluarga Minamoto dan para samurai pada umumnya. Roh-roh suci dari Kaisar Ojin kuno yang telah diidentifikasi dengan Hachiman, Hime-gami dan Empress Jingu diabadikan di Kuil Tsurugaoka Hachimangu.

Agenda kami adalah berkunjunga ke Edo-Tokyo Museum. Museum Edo-Tokyo menggambarkan keadaan Jepang pada saat Era Kekaisaran dahulu dan Jepang pada saat era Teknologi saat ini. Didalam museum Edo, kita akan banyak menemukan sejarah dan kebudayaan Jepang jaman lampau. Edo sendiri merupakan sebutan bagi wilayah Tokyo sampai sebelum tahun 1869. Museum Edo Tokyo dibangun oleh pemerintahan kota Tokyo sekitar tahun 1993 sebagai tempat koleksi benda-benda bersejarah sekaligus tempat belajar mengenai kebudayaan Tokyo dan Jepang masa lampau. Didalam museum ini, kita bisa merasakan kehidupan masyarakat, arsitektur bangunan, keramaian pasar dan pusat ekonomi, kegiatan seni dan pertunjukan tradisional yang ada pada zaman Edo.

Kunjungan kami selanjutkan ke MIRAIKAN yaitu salah satu museum yang dibuka sejak tahun 2001 yang menampilkan ilmu pengetahuan dan teknologi Jepang terkini. Museum ini memberikan pengetahuan kepada kita untuk lebih mengenal lebih jauh mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi melalui hasil eksperimen, pameran atau dialog dengan para ilmuwan, insinyur dan guide yang ada di museum. Selain menambah pengetahuan, kita juga dapat melihat teknologi teraktual. Di Museum Miraikan juga, kami menyaksikan pertunjukan robot Asimo yaitu robot yang paling terkenal di Jepang.