Kisah Pembangunan Masjid Al Jihad

Dibalik megahnya Masjid Al Jihad Banjarmasin

Terdapat kisah yaitu sebuah perjuangan masyarakat Muhammadiyah sampai masjid berdiri kokoh. Megahnya Masjid Al jihad yang terletak di Jalan Cempaka Besar No. 19, Kertak Baru Ulu, Banjarmasin Tengah, adalah hasil perjuangan yang tidak terlupakan dari para tokoh masyarakatnya. Kata ‘Al Jihad’ mempunyai arti perjuangan. Proses awal berdirinya masjid itu sampai akhirnya dapat diresmikan tahun 1969, dari keikhlasan masyarakatnya dengan melepas perhiasan emas demi untuk bisa membeli sebidang tanah dari seorang warga tionghoa.Sudah 51 Tahun, Masjid Al Jihad Banjarmasin berdiri dengan kokoh. Masjid ini kemudian berkembang pesat, selain sebagai tempat beribadah untuk 4.000 jamaah juga menjadi pusat kajian islam.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banjarmasin IV adalah H.Taufik. Beliau mengatakan bahwa sejarah berdirinya masjid tidak terlepas dari sumbangan atau infaq berupa emas masyarakat pada masa lalu, untuk tambahan kas membeli lahan. Dikatakannya sejarah bedirinya masjid tak terlepas sumbangan atau infak emas warga pada masa lalu, sebagai tambahan kas untuk membeli lahan. “Pada waktu itu apapun yang dimiliki termasuk emas, cincin, gelang, kalung dan sejenisnya yang berharga disumbangkan kepada panitia pembangunan masjid dikarenakan kas pimpinan cabang tidak mencukupi,” kata H.Taufik.

H.Taufik juga menambahkan, dorongan semangat infaq dari masyarakat Muhammadiyah dikarenakan pada saat itu lahan yang akan dibeli juga telah dilirik masyarakat non muslim yang juga berniat ingin membangun tempat ibadahnya. Kemudian pemilik lahan yang bernama Sing Kang (M. Ilham) yang merupakan warga keturunan Tionghoa, pada tanggal 15 Juni 1969, juga menawarkan lahannya kepada pihak lain. Padahal sebelum itu, pada tanggal 7 Juni 1969, Sing Kang telah menawarkan lahan kepada pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah Banjarmasin IV. Namun demikian, panitia pembangunan dihadapkan pada posisi yang sangat sulit. Lantaran belum adanya dana yang tersedia senilai 4,5 juta pada tahun 1969 lalu. Negoisasi pun juga telah diupayakan oleh panitia yang kembali lagi menemui Sing Kang sekaligus juga bertemu dengan pihak lain yang juga berniat membeli lahan, bernama Lim Bun Ci.

Kemudian upaya itu membuahkan hasil, yaitu pada 16 Juni 1969 yang bertempat di Toko Rahmad Pasar Baru Banjarmasin, H.Saberi Razak dan pengurus lainnya, bersama dengan Sing Kang dan disaksikan H.Darlan Tukacil, telah sepakat untuk melakukan jual beli tanah di jalan Cempaka Besar tersebut dengan harga Rp.4.250.000. “Namun disini Sing Kang hanya memberikan batas waktu selama 3 hari untuk pelunasannya,” ucap H.Taufik. Di hari itu pula H.Saberi Razak dan H.Sukeri berkunjung ke rumah Sing Kang untuk membayar uang muka sebesar 100 ribu. Kemudian disepakati apabila dalam kurun waktu 3 hari panitia pembangunan tidak bisa membayar lunas lahan tersebut, maka otomatis perjanjian jual beli lahan dinyatakan batal serta uang muka tidak kembali.

Pada tanggal 18 Juni 1969, seluruh masyarakat Muhammadiyah mengadakan pertemuan di aula SD Muhammadiyah tepatnya di Jalan Cempaka II Banjarmasin. Pada saat itu rapat dipimpin oleh Ketua Pimpinan Cabang IV H. Husin Rasyid dan wakilnya adalah H.M Syaifullah. Di dalam pertemuan itu, pimpinan rapat melontarkan kalimat pertanyaan untuk para hadirin yaitu “apakah kita ingin mendengarkan suara adzan yang berkumandang ataukah lonceng gereja di lingkungan ini,” ucap H.Taufik yang membacakan kilas balik dari sejarah Masjid Al Jihad. Dilanjutkan dengan menirukan pernyataan pimpinan rapat pada saat itu “Saudara-saudara, saya yakin bahwa Allah akan membantu kita, apabila kita membantu agama Allah,” imbuh dari H. Taufik melanjukan ceritanya.

Dalam rapat 51 tahun lalu itu H. Husin Rasyid beserta wakilnya H.M. Syaifullah dengan suara yang terbata-bata mengeluarkan sebuah gelang emas yang beratnya 24 gram dari kantongnya dan menyampaikan “Ini merupakan perintah dari seorang ibu yang ada di rumah dan beliau tidak bisa hadir dikarenakan anaknya sakit. Gelang ini dengan ikhlas disumbangkan oleh beliau untuk membanguan Masjid Muhammadiyah,” tiru H. Taufik ketika bercerita. Pada saat itu para ibu yang telah hadir tersentuh dan serentak untuk mendatangi meja pimpinan rapat, kemudian sambil melepaskan seluruh perhiasan emas yang digunakannya. Lalu mereka mencatat diri sebagai penyumbang, terdapat pula yang hadir untuk menyisihkan modal dagangan mereka. Mulai tanggal 18 Juni 1969 itu, lalu sumbangan terus mengalir kepada panitia dan akhirnya tepat pada tanggal 21 Juni 1969 dana telah terkumpul digunakan untuk membeli tanah milik Sing Kang itu sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati kedua pihak.

Kemudian bermusyawarah untuk nama masjid yang akan dibangun. Ada tiga nama yang telah diusulkan diantaranya Al Fatah artinya kemenangan, Al Munawarah artinya yang diberi cahaya, dan Al Jihad artinya perjuangan. Dari rekam jejak perjuangan itu, akhirnya nama Masjid Al Jihad telah disepakati dalam musyawarah, dengan alasan telah menggambarkan bagaimana semangat beserta karakter masjid ini. Pada tanggal 11 Juli 1969 tepatnya 25 Rabiul Akhir 1389 Hijriyah, Masjid Al Jihad telah diresmikan dan pada saat itu juga dilaksanakan Sholat Jumat perdana. Kini, Masjid Al Jihad Banjarmasin terus berkembang menjadi tujuan tempat beribadah serta sebagai pusat kajian Islam. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah IV Banjarmasin, H. Taufik mewakili seluruh masyarakat Muhammadiyah mengharapkan sejarah berdirinya Masjid Al Jihad ini bisa menginspirasi untuk selalu dan tetap berjihad di jalannya Allah.

*Untuk informasi mengenai Pemesanan Kubah Masjid serta Konsultasi di Kontraktor Kubah Masjid:

CV.SINAR SURYA ABADI

• Telepon: 031-7871416

• Handphone dan Whatsapp: 081235648084/082264308124

• Alamat : Jalan Ki Suryo jati selatan Rt.24 Rw.08 Kedungturi Taman Sidoarjo – Jawa Timur 61257

• Buka Setiap Hari Pukul 08.00 – 17.00

• atau Kunjungi di https://sinarsuryaabadi.co.id/

Dapatkan harga penawaran kubah masjid terbaik dari kami dengan harga termurah serta berkualitas dengan disertai surat jaminan garansi di setiap produknya.

Kami juga bersedia survey kubah masjid di dalam kota, luar kota,maupun luar pulau dengan secara gratis.