4 Macam Kandugan Zat dalam Tanaman Jahe

Jahe populer sebagai rempah yang baik untuk kesehatan tubuh. Ada berbagai macam kandungan zat dalam jahe, khususnya zat-zat kimia yang secara alami sudah ada di dalamnya. Semua zat pada jahe berperan penting dalam meningkatkan performa fisik. Beberapa di antaranya adalah zat oleoresin, zingeron, fenol, dan beberapa asam yang bersifat organik.

Macam-Macam Kandungan Zat dalam Jahe

  1. Oleoresin

Mengambil informasi dari https://budidayajahemerah.com/,Ciri khas yang terdapat pada jahe yaitu adanya zat dengan nama oleoresin. Zat ini bersifat aktif. Fungsi zat ini secara umum adalah mengobati beberapa penyakit ringan seperti batuk dan demam. Olahan jahe dalam obat dapat menghasilkan fungsi yang analgetik. Itu sebabnya banyak jamu cair maupun permen obat batuk mengandung jahe sebagai bahan utamanya.

  1. Zingeron

Rasa jahe yang paling dominan adalah pedas. Pedas pada jahe dihasilkan oleh senyawa zingeron. Selain pedas, konsumsi jahe juga akan membuat tubuh menjadi hangat. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh senyawa ini. Kandungan zingeron yang sangat tinggi ada pada jahe merah. Itu sebabnya, jahe ini rasanya lebih pedas daripada varietas jahe lainnya.

  1. Asam organik

Di dalam jahe juga terdapat berbagai jenis asam organik. Dua asam utama yakni asam malat dan asam oksalat. Asam malat berfungsi sebagai pemberi energi sehigga performa fisik dapat meningkat. Itu sebabnya, ketahanan tubuh dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi jahe. Sementara asam oksalat adalah asam yang berfungsi sebagai penyerap jumlah mineral yang berlebihan di dalam tubuh.

  1. Fenol

Meski sering disebut sebagai bumbu dapur, namun nyatanya jahe lebih populer dengan khasiatnya sebagai rempah untuk kesehatan. Hal ini disebabkan oleh kandungaan fenolnya yang cukup tinggi. Fenol diikenal sebagai senyawa yang memberi rasa pedas dan juga antioksidan. Banyak jenis obat yang menggunakan ekstraksi jahe untuk bisa mendapatkan senyawa fenol.

Jahe memiliki jenis yang berbeda-beda, namun secara umum kandungan di dalamnya sama. Perbedaan tersebut hanya terletak pada bentuk, warna dan rasanya saja. Sementara kandungan zat dalam jahe memiliki jenis yang sama. Jahe dapat diolah ke dalam berbentuk makanan maupun ekstraksi obat. Hal tersebut adalah cara supaya senyawa pada jahe dapat dimanfaatkan secara optimal.